Profile photo of chusnul57e

SPACE BUSINESS Bagi Peningkatan Ekonomi Nasional

tombol

Generasi terbaru satelit eksperimen LAPAN A3/IPB akan diluncurkan dari Bandar Antariksa Sriharikota, India, 10 Juni nanti. Salah satu fungsi satelit hasil kerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN dan Institut Pertanian Bogor itu untuk pemantauan pertanian. Setiap tahun, kebijakan impor beras menimbulkan perdebatan. Meski produktivitas lahan bisa diperkirakan, luasan areal panen sulit dipercaya. Dengan pencitraan satelit, luas areal panen dan produktivitas lahan yang beragam bisa dihitung lebih akurat. “Ke depan, penentuan luasan panen padi tak memakai angka ramalan karena konversi lahan pertanian terjadi,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto pada sosialisasi persiapan peluncuran Satelit LAPAN A3/IPB dan Hasil Operasi Satelit LAPAN A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor, Senin ( Kompas.com 25/4/2016). Kerjasama teknologi yang dibangun LAPAN-IPB menjadi bukti nyata kerjasama riset antara lembaga riset nasional dengan lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama memiliki kompetensi litbang dengan segudang tenaga ahli. IPB akan melakukan pengolahan data citra satelit LAPAN-A3 untuk monitoring lahan pertanian nasional untuk melihat kemampuan ketahanan pangan skala nasional. Secara ekonomi akan tergambar jelas kemampuan ekonomi nasional dari sektor pangan. Sehingga dampak ekonomi dari penggunaan teknologi antariksa akan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

gbr_4_pasang_satelit

Pemantauan pertanian itu jadi salah satu fungsi satelit LAPAN A3/IPB untuk melaksanakan klasifikasi lahan dan observasi lingkungan melalui pencitra push broom (teknologi pengambil citra dengan sensor spektroskopi) multispektral dan kamera visibel resolusi tinggi. Adapun misi ilmiah satelit ialah mengukur medan magnet bumi. Selain itu, satelit berfungsi memantau lalu lintas laut global. LAPAN A3/IPB mengorbit bumi melintasi kutub utara dan kutub selatan bumi. Itu akan melengkapi data pantauan lalu lintas kapal laut dari satelit LAPAN A2/Orari yang mengorbit bumi di sekitar khatulistiwa. Inilah salah satu komitmen LAPAN dalam mengembangkan teknologi antariksa khususnya satelit untuk membangun kekuatan ekonomi nasional berbasis agronomi sehingga pemantauan kekuatan ekonomi pertanian Indonesia dapat diamati secara cermat dan tepat. Data spasial berbasis teknologi satelit inilah yang akan mampu mengukur ketahanan pangan nasional dengan tepat. Pemanfaatan teknologi ini tentunya akan mempermudah pengukuran dan penghitungan ketahanan pangan berdasar luasan yang dipantau dari ketinggian 650 km dari permukaan bumi. Dengan data satelit yang akurat maka akan diperoleh analisis kemampuan pertanian (sumber daya pangan) yang menjadi ukuran ketahanan pangan nasional dan menjadi referensi dalam melakukan prediksi kebutuhan pangan nasional pada musim tanam selanjutnya.

No Comments

Skip to toolbar